3 Faktor Penyebab Kacanduan Game Online
Lifestyle

3 Faktor Penyebab Kacanduan Game Online

Mengetahui penyebab kecanduan game online bisa menjadi cara untuk mencegah dan mengatasi agar anak tidak mengalami kecanduan pada game ini. Faktor yang menjadi penyebab utama terjadinya kecanduan pada permainan game online bisa terdiri dari beberapa hal, mulai dari psikologi, biologi dan sosial.

Terlalu banyak bermain game online memang tidak baik, bahkan bisa menyebabkan kecanduan. Namun, beberapa ahli juga menyatakan bahwa tidak semua orang yang suka bermain game termasuk bermain game online bisa dikatakan sebagai pecandu game online.

Inilah Alasan dan Penyebab Kecanduan Game Online

Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan ketika mendiagnosa seseorang apakah ia mengalami ketergantungan atau kecanduan game maupun tidak. Begitupun hal yang mungkin bisa menyebabkannya menjadi ketergantungan permainan online ini.

Dr. Gumilar, salah seorang pengasuh di pondok pesantren yang secara khusus menangani orang-orang yang mengalami ketergantungan game online, dalam keterangannya di media online harapanrakyat.com menyatakan bahwa orang-orang yang mengalami ketergantungan atau kecanduan pada game online cenderung mengalami preokupasi.

Preokupasi ini adalah suatu keadaan dimana pikiran seseorang hanya berpusat pada satu fokus hal dalam kurun waktu yang lama. Pendapat ini juga membenarkan pendapat sebelumnya, bahwa tidak semua penyuka game online bisa disebut sebagai ketergantungan.

Sebagai langkah antisipasi, ada baiknya Anda mengetahui berbagai penyebab kecanduan game online terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar Anda tidak salah mengambil langkah tindakan untuk mengatasi fenomena yang terjadi saat ini.

Setidaknya ada 3 faktor yang menyebabkan seseorang bisa ketergantungan pada game online.

  • Penyebab Ketergantungan Game Online dari Segi Biologi

Faktor pertama yang bisa menyebabkan seseorang mengalami ketergantungan game online adalah dari segi biologis. Secara biologis, ketika sedang bermain game online, tubuh akan meningkatkan produksi neurotransmitter dopamine.

Inilah yang memnuat seseorang merasa senang ketika sedang bermain game. Sedangkan, dopamine itu sendiri hanya ada dalam komposisi dengan jumlah sedikit di tubuh manusia. Bahkan sejak dilahirkan, manusia hanya memiliki kadar dopamine yang rendah.

Karena itulah setiap manusia punya keinginan dan kebutuhan untuk meningkatkan dopamine tersebut, baik itu dengan hal-hal menyenangkan, ataupun dengan benda-benda yang juga bisa membuatnya senang.

Berdasarkan penjelasan ini, dapat disimpulkan orang-orang yang memiliki gangguan dalam hal neurotransmitter dopamine yang dimilikinya adalah orang-orang yang cenderung lebih rentan terkena ketergantungan game online.

  • Penyebab Ketergantungan Game Online dari Segi Psikologi

Faktor penyebab kecanduan game onlineselanjutnya adalah dari segi psikologi. Secara psikologi, game online atau bahkan apapun berupa benda ataupun kegiatan yang menyenangkan menyuguhkan konten yang bisa memacu adrenalin.

Inilah yang juga disuguhkan dalam setiap game online. Permainan dengan konten yang bisa meningkatkan adrenalin pemainnya. Bahkan pada beberapa jenis permainan juga menyediakan fitur level, dimana setiap level mengalami peningkatan tantangan.

Inilah yang membuat banyak orang menyukainya, karena semakin tinggi levelnya, maka akan semakin memacu adrenalin pemainnya. Hal tersebut tentu tidak akan disia-siakan oleh orang-orang yang pada dasarnya memang menyukai adrenalin.

Bagi mereka, permainan yang meningkatkan adrenalin ini merupakan sebuah tantangan yang menyenangkan. Namun di lain sisi juga menjadi ancaman bagi orang-orang yang suka dengan kegiatan memacu adrenalin, karena bisa dengan mudah mengalami kecanduan.

  • Penyebab Ketergantungan Game Online dari Segi Sosial

Faktor penyebab tak kalah penting dan sangat berperan dalam menyebabkan seseorang mengalami ketergantungan game online adalah lingkungan sosialnya. Terutama pada anak, jika orang tua lengah dalam melakukan pengawasan, maka bukan tidak mungkin akan mengalami ketergantungan.

Tidak hanya soal pengawasan, pola pengasuhan sejak dini yang diterapkan orang tua dengan cara memberikan gadget kepada anaknya bermain game juga menjadi penyebab paling berperan. Karena kebiasaan inilah, anak akan beranggapan jika untuk mencari kesenangan hanya cukup dilakukan dengan bermain game. Padahal ada lebih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan.

Hal ini jugalah yang menyebabkan kebanyakan penghuni tempat rehabilitasi kecanduan game online adalah anak-anak hingga orang dewasa yang memiliki pola pikir dan pola pengasuhan yang salah dari orang tuanya.

Mengetahui gejala dan penyebab kecanduan game online adalah upaya dasar dan paling penting yang harus diketahui oleh setiap orang. Dengan begitu, Anda jadi bisa mengetahui lebih dalam fenomena ini dan bagaimana mengatasinya.