Cegah Penularan Dermatitis Kontak Dengan Ini
Kesehatan

Cegah Penularan Dermatitis Kontak Dengan Ini

Dermatitis kontak termasuk ke dalam iritasi kulit, di mana terdapat ruam merah pada kulit. Selain itu, penderita juga akan mengalami rasa gatal yang terasa hebat terutama ketika malam hari menjelang. Tentunya, hal ini sangat mengganggu aktifitas sehari-hari. Terlebih lagi, penyakit kulit satu ini biasanya menyerang anak-anak usia dini. Di mana saat-saat inilah anak-anak masih dalam kondisi yang aktif untuk bermain sambil belajar. Mungkin banyak dari kita mengetahui bahwa penyakit kulit masih bisa disembuhkan. Namun, untuk jenis penyakit satu ini memiliki pengecualian karena penyakit dermatitis kontak ini tidak dapat disembuhkan. Lalu, apa gunanya pengobatan yang dilakukan? Pengobatan untuk penyakit kulit ini hanya berfungsi sebagai pengurangan gejala yang ditimbulkan. Berarti kita benar-benar harus waspada dong ya terhadap penyakit kulit satu ini? Lalu, gimana kalau ada keluarga yang mengalaminya? Apakah bisa menular? Jika bisa menular, lantas seperti apa sih penularan dermatitis kontak.

Cegah Penularan Dermatitis

Sumber gambar: unsplash.com

Dermatitis kontak pada dasarnya tidak menular melalui kontak langsung dengan penderita. Penularan terjadi dari gen yang diturunkan oleh keluarganya. Jika salah seorang keluarga dulunya mengidap penyakit ini, maka kemungkinan besar keturunan-keturunannya akan ada yang mengalami hal serupa. Maka dari itu, sekali saja seseorang mengalami dermatitis kontak, dia akan membawa benih penyakit tersebut seumur hidupnya dan sewaktu-waktu dapat kambuh kembali jika sistem imun tubuh sedang menurun.

Penyakit ini biasa muncul pada anak-anak dan memiliki gejala yang berbeda. Namun, pada umumnya, ketika seorang anak terserang dermatitis kontak, maka akan terdapat ruam merah pada kulitnya. Dilansir dari Halodoc, penderita dermatitis kontak biasanya memiliki kulit yang kering, terkadang melepuh, kulit yang merah itu juga disertai dengan rasa yang sedikit perih dan gatal, dan terkadang disertai pembengkakan pada bagian muka, mata, atau selangkangan.

Apa sih penyebab seseorang mengalami dermatitis kontak ini? Selain disebabkan imun yang menurun, kita juga sudah mengetahui bahwa tidak ada cara penularan dermatitis kontak dari penderita satu ke orang yang sehat. Faktor resiko yang menyebabkan seseorang terkena dermatitis kontak juga bisa dikarenakan bersentuhan dengan alergan, mungkin seperti zat kimia tertentu, produk kecantikan, emas, atau sarung tangan latex. Setiap orang memiliki alergannya masing-masing. Maka dari itu, sangat bagus sekali jika berkonsultasi ke dokter karena kita dapat mengetahui alergan yang kita punya untuk menghindari terjadinya kambuh.

Untuk anak-anak yang sudah terlanjur sedang mengalami dermatitis kontak, para ibu dapat mensiasatinya dengan mengompres area yang beruam merah dengan air dingin, menghindsri garukan yang terlalu berlebihan pada kulit, dan karena banyak sekali keluhan kulit yang mengering, kita dapat menggunakan pelembab kulit sehingga kulit yang terkena dermatitis kontak tetap dalam keadaan lembab. Dilansir dari Alodoc, dermatitis kontak yang tak kunjung membaik dan tidak mendapatkan penanganan, dapat memperburuk keadaan dan akan menimbulkan infeksi. Keadaan tersebut seperti keluarnya nanah dari kulit, demam, rasa nyeri semakin menjadi-jadi, dan gejala yang sebelumnya dirasakan malah semakin parah.

Cara lain pencegahan agar aman dari dermatitis kontak adalah dengan menjaga kebersihan tangan serta diri kita, apabila tidak sengaja menyentuh alergan atau faktor pencetus terjadinya alergi, kita harus segera membersihkan diri. Selain itu, kita juga perlu menjaga kelembaban kulit dengan menggunakan pelembab yang sesuai dengan jenis kulit kita. Karena pada hakikatnya, mencegah penularan dermatitis kontak itu lebih baik daripada mengobati.