Rambut Rontok
Kesehatan

Tanya Dokter Rambut Rontok: Faktor Penyebabnya dan Langkah Penanganannya

Rambut termasuk salah satu bagian penting dalam tubuh yang sangat menunjang penampilan, apalagi bagi wanita sendiri rambut ini sering kali diidentikkan sebagai mahkota mereka. Hanya saja terkadang ada berbagai macam masalah yang memicu rambut tersebut harus rontok. Pada dasarnya kehilangan helaian rambut sampai dengan 100 helai setiap harinya adalah hal yang biasa atau normal terjadi. Namun jika jumlah helaian yang rontok lebih dari 100 setiap harinya tentu tidak bisa dikatakan sebagai hal yang normal lagi. Tanya dokter rambut rontok, konsultasikan secara online.

Membiarkan rambut rontok dalam jumlah banyak setiap harinya adalah hal yang berbahaya, karena bisa jadi lama kelamaan hal ini nantinya memicu terjadinya kebotakan. Tentunya Anda tidak ingin hal tersebut sampai terjadi bukan. Langkah penanganan rambut rontok ini sendiri sebenarnya sangatlah beragam, namun sebenarnya kuncinya adalah dengan mengetahui faktor apa sajakah yang menjadi pemicu kerontokan tersebut. Berikut ini diantaranya yang harus Anda ketahui, yaitu:

  1. Stres, terlalu banyak masalah di kantor, masalah dengan keluarga dan sejenisnya memang kerap kali menyebabkan seseorang menjadi stres. Stres ini akan memicu rambut menjadi mudah rontok. Untuk itu jika seandainya Anda mengalami masalah semacam ini, maka dianjurkan untuk mengatasi stresnya terlebih dahulu, secara efektif jika stres dapat dikelola dengan baik maka rambut Anda juga tidak akan rontok kembali.
  2. Perubahan hormonal, saat perubahan hormonal terjadi secara signifikan, maka tidak dapat dipungkiri jika seandainya hal ini bisa membuat Anda mengalami kerontokan rambut. Seperti contohnya adalah pada wanita yang sedang hamil, ada perubahan hormonal secara cepat sehingga menyebabkan masalah pada rambut mereka. Namun nantinya kondisi ini akan membaik dengan sendirinya.
  3. Kekurangan gizi, sama halnya seperti sel-sel tubuh yang lainnya, maka rambut ini juga membutuhkan protein untuk tetap berkembang, jika kekurangan nutrisi maka akan membuatnya mudah sekali rapuh dan juga rusak. Jadi bagi seseorang yang kekurangan nutrisi biasanya juga akan mengalami gejala kerontokan rambut.
  4. Menderita penyakit-penyakit tertentu, faktanya memang beberapa jenis penyakit yang menyerang membuat seseorang mengalami gejala kerontokan rambut, sebut saja diantaranya adalah masalah pada kelenjar tiroid, kemudian juga infeksi jamur yang menyerang kulit kepala sampai dengan penyakit autoimun, ditandai dengan gejala kerontokan rambut.
  5. Efek samping penggunaan obat-obatan tertentu, beberapa orang yang mengonsumsi vitamin A dalam jumlah yang tinggi, kemudian juga wanita yang menggunakan pil KB sampai dengan obat antidepresan hal ini dapat memicu terjadinya kerontokan pada rambut. Hanya saja jika seandainya pemakaian dihentikan maka kondisi rambut akan kembali lagi seperti semula.
  6. Tengah menjalankan kemoterapi, efek samping dari pengobatan dengan jalan kemoterapi ini diantaranya adalah rambut yang rontok. Bahkan sering kali orang-orang yang tengah menjalani kemoterapi harus memotong habis rambutnya.
  7. Pemakaian produk perawatan rambut keras berbahan kimia, sebut saja diantara ketika Anda sering menggonta-ganti warna rambut. Kemudian juga kebiasaan bleaching rambut hingga pemakaian catok secara terus menerus dalam jangka waktu lama. Maka bisa membuat rambut rapuh dan mudah rontok.

Jika rambut rontok berlangsung lama, maka berpotensi besar menyebabkan kebotakan, untuk itu harus segera dilakukan langkah pertolongan. Anda bisa menggunakan obat-obatan atau produk perawatan rambut yang dijual di pasaran sebagai upaya mengatasinya. Tanya dokter rambut rontok mudah lewat aplikasi chat Halodoc.